Pasca tragedi monas beberapa hari lalu dan selanjutnya bermuara kepada tuntutan terhadap pembubaran Organisasi Masa Islam (Ormas) Front Pembela Islam (FPI) lagi-lagi membuat kita miris dan harus menggelengkan kepala. Sebuah pertanyaan spekulatif muncul ke permukaan tentang “SIAPA YANG PALING DIUNTUNGKAN ?” Tidak banyak yang tahu bahwa peran media yang selalu tidak ‘adil menempatkan dirinya (media milik siapa ?,red). Membuat kita sendiri yang dirugikan meskipun tanpa kita sadari dan tentu saja kita tahu siapa yang sangat diuntungkan terhadap kasus ini. Kenapa demikian ? Coba kita bayangkan, ketika kebijakan pemerintah yang semakin ditentang dan tidak menyurutkan berbagai aksi penolakan hingga saat ini. Kasus ini menjadi berita utama di seluruh pemberitaan media, pandangan kita kini dialihkan terhadap tuntutan pembubaran FPI berikut para aktifisnya dan akhirnya pemerintah penguasa SBY-JK melenggang dengan gagah (Kalau pemerintah sih sudah pasti ikut meraup keuntungan dan memperoleh manfaat, karena memang kesempatan beginilah yang dicari, Mumpung Lagi Ada Kesempatan, dan Bila perlu perbesar saja ini masalah), begitu kira-kira nada guraunya kalau kita menyebut tentang manfaat bagi SBY-JK. Hanya saja itu sebagian kecil ke-untungan bagi pemerintah (Aji Mumpung). Sesuai dengan pertanyaan tersebut di atas tentang SIAPA YANG PALING DIUNTUNGKAN ?
Inilah grand skenario yang benar-benar dahsyat, seluruh ormas Islam terpecah, ambil peran/posisi terbaik ketika konflik berlanjut kebetulan media sudah dikuasai, aksi berikutnya adalah mendoktrinisasi ummat Islam dan menyamakan persepsi tentang gerakan Islam Radikal. Nah sederhananya begitu Wah..wah…wah…cara lama namun masih juga ampuh rupanya.
Kalau kemarin salah satu partai Islam dipecahkan, hari ini Front Pembela Islam (FPI)-nya yang mau dibubarkan, mungkin besok ormas Islam anda yang dibubarkan, hemmm… trus jangan-jangan besok Islamnya juga yang bakalan dibubarkan dengan dalih tidak pancasilais, bertentangan dengan ideologi pancasila atau dalih apalah namanya…atau bahkan bisa jadi besok Indonesianya pula yang mau dibubarkan karena tidak mau lagi berkiblat ke barat?? “Hati-Hati !!“ Bisa jadi, dan bukan barang mustahil.
FPI adalah rekan da’wah, FPI adalah mitra da’wah, control publik dan berani ketika aparat mandul. Bersikap arif dan bijaksana tentunya lebih baik, bukan malah men-Justisfikasi dan membubarkan ormasnya, bukan dengan cara mengadili bak penjahat kelas kakap, pelaku kriminal. Mengapa aparat keamanan yang bertindak anarkis sejak dahuluh, kok hingga kini tidak ditindak sama, kalau memang kita inginkan sebuah keadilan. Okelah kita menyebutnya sebagai pertanggungjawaban, tetapi apakah harus sampai pada tingkat pembekuan organisasi, pelarangan organisasi atau sejenisnya tanpa ada bukti nyata. Kalau sederhananya, kan tidak mungkin jika aparat kepolisian yang anarkis, lantas mau membekukan dan membubarkan kepolisian !! bukankah dengan begitu tidak ada etika.
Jujur saja, pasti akan ada banyak yang tertawa seraya bertepuk tangan tatkala Habib Rizik dengan FPI beserta rekan aktifisnya dijadikan tersangka. Ini artinya kesempatan bernafas bagi yang berseberangan akan semakin leluasa dan tidak ada penghalang. Dan lagi-lagi gerakan da’wah juga menjadi korban.
Ketahuilah bahwa, seluruh elemen dan Ormas Islam saat ini secara tidak sadar tertunduk/terkendali sekaligus bergerak dibawah skenario “mereka?” dengan alasan dan dalih ke-Indonesiaan, persatuan bangsa, negara pancasila, Kebebasan Ber-Agama, Khalifah Fil Ardh, Islam Rohmatan Lil ‘Alamin yang pada prinsipnya semakin membuka peluang besar bagi “mereka?” untuk melancarkan “misi visi da’wahnya”.
Benar-benar luar biasa dan licik, Maka pantas jika seorang Kafir Laknatullah Snok sendiri berani mengatakan bahwa : “Untuk menghancurkan Islam tidaklah mudah jika melakukan perlawanan bersenjata, karena desingan peluruh, bilahan pedang, hujaman tombak justru akan semakin mengobarkan perlawanan ummat Islam dengan doktrin Jihadnya. Akan tetapi mengadu-domba dan dengan kekuatan orang Islam sendiri merupakan strategi yang paling jituh dan ampuh”. Itu terbukti di depan mata kita saat ini.
Dengan pernyataan Snoke H. tersebut di atas, tentunya kita sendiri dapat dengan mudah mengambil sebuah kesimpulan bahwa melambungkan perjuangan Islam yang mempertahankan haknya dengan panggilan terorisme, separatis, kejahatan perang, pemberontak, makar, pengancam keamanan dunia, organisai anarkis atau sejenisnya adalah grand skenario lama kita lupakan (Buka Mata dan Lihatlah Realita, kata sang pujangga)
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk memunculkan imej membela, berpihak atau membangun dinding/sekat antara yang setuju dengan yang mengecam terhadap sepak terjang FPI karena sejatinya FPI pun adalah saudara, akan tetapi lebih menuntut kita untuk dengan segera bangun dari tidur dan membuka mata, berpandangan arif dan bijak sekaligus me-research terhadap apa sebenarnya yang terjadi dan siapa dalang dan aktor utama dibalik drama konflik saat ini. Tidak mungkin sesuatu itu terjadi jika tanpa sebab dan alasan pasti?? Akhirnya salam da’wah yang tidak pernah padam, semoga kita segera bangun dari tidur panjang kita, apapun, kapanpun, siapapun, dan dari golongan organisasi Islam manapun. [] Isy Kariiman Au Mut Syahiidan
August 11, 2008 at 1:51 am
mangkonyo kita dak usah melok melok mengko dak masuk kedalam skenarionyo wong kuffar tu ye dak.. baso pelembang be uy atau base sekayu, neede kak tu makan tekuyung, hehe