Tahukah Anda Zionime dibawa kedalam agenda dunia pada akhir abad ke-19 oleh Theodor Herlz (1860 – 1904 ), seorang Yahudi asal Austria. Sedangkan, arti dari Zionisme itu sendiri merupakan suatu gerakan yang menghianati kaum Yahudi yang taat. Dahulunya keyahudian ialah nama ras, kelompok dari suatu komunitas. Bukan sebuah masyarakat beriman. Orang-orang Yahudi kuat iman dan kaum Yahudi yang berkeyakinan agama lemah mengusulkan adanya sebuah keterpisahan ras di bangsa Eropa. Keterpisahan itu sendiri bermaksud dalam rangka membangun tanah air mereka sendiri.
Utuk memtuskan dimanakah tanah mereka seharusnya, mereka tidak pernah mengandalakan pemikiran keagamaan. Suatu kali, Theodor Herzl pernah memikirkan Uganda, yang kala itu dikenal sebagai “Uganda Plan”.
Nah, alasan mengapa mereka pada akhirnya memilih Palestina? Hal itu disebabkan karena mereka menganggap Palestina adalah tanah air bersejarah bagi orang-orang-orang Yahudi.
Kaum Yahudi berkeyakinan lemah melakukan upaya propaganda terus menerus terhadap kaum Yahudi berkeyakinan kuat. Dengan alasan bahwa, kaum Yahudi tidak dapat hidup damai dengan bangsa-bangsa lain. Sebab, mereka adalah ras yang terpisah. Itu sebanya mereka harus bergerak dan menduduki Palestina. Pada awalnya, sebagian besar orang Yahudi mengabaikan himbauan itu. Namun, lama kelamaan keyakinan merekapun kian tergerus. Hingga mereka yang pada awalnya menolak perlahan-lahan mulai terpengaruh. Didalam kubu Yahudi itu sendiri Paham Zionisme banyak menuai kritik. Robbi Hirch, salah satu pemimpin keagamaan terkemuka saat itu mengatakan, “ Zionisme ingin menamai orang-orang Yahudi sebagai sebuah lembaga nasional, yang merupakan sebuah penyimpangan”. [] crt.Arina
(Sumber : Bait Bait Cinta, 2008)